Langsung ke konten utama

Postingan

belajar FA

Ada Apa dengan Sapu tangan Paulus yang menjadi salah satu benda yang paling unik dalam Alkitab. Namun, kuasa bukanlah berasal dari kain itu sendiri, melainkan dari Allah yang bekerja melalui hamba-Nya.Di kota Efesus, Allah melakukan mukjizat-mukjizat yang luar biasa melalui pelayanan Rasul Paulus. Alkitab mencatat bahwa sapu tangan atau kain yang pernah dipakai Paulus dibawa kepada orang-orang sakit. Ketika kain itu diletakkan pada mereka yang sedang sakit, penyakitnya sembuh dan roh-roh jahat keluar Mengapa hal ini bisa terjadi?Pertama, peristiwa itu menunjukkan bahwa Allah berdaulat menggunakan cara apa pun untuk menyatakan kuasa-Nya. Sama seperti tongkat Musa, jubah Elia, atau tulang Elisa pernah dipakai Allah sebagai sarana, demikian juga sapu tangan Paulus. Benda-benda itu tidak memiliki kuasa gaib, semuanya hanyalah alat yang dipakai Tuhan.Kedua, mukjizat tersebut meneguhkan bahwa pelayanan Paulus benar-benar berasal dari Allah. Pada masa itu, Injil sedang berkembang di tengah masyarakat yang dipenuhi penyembahan berhala dan praktik ilmu sihir. Mukjizat menjadi kesaksian bahwa kuasa Kristus jauh lebih besar daripada kuasa apa pun yang dipercaya oleh manusia saat itu kini dan selamanya.Ketiga, peristiwa ini bukan ajaran bahwa setiap sapu tangan dapat menjadi benda bertuah. Alkitab tidak pernah memerintahkan orang percaya untuk menyembah, mengoleksi, atau mengandalkan benda-benda tertentu. Iman kita harus tertuju kepada Yesus Kristus, bukan kepada benda yang pernah disentuh oleh seorang hamba Tuhan.Pelajaran bagi kita adalah bahwa Tuhan dapat bekerja melalui cara yang sederhana, tetapi pusat iman tetaplah kepada-Nya. Jangan mencari benda yang dianggap membawa mujizat. Carilah Tuhan yang sanggup melakukan mujizat dengan Kuasa-Nya yang tidak dibatasi oleh tempat, waktu, maupun sarana yang Ia pilih untuk dipakai.■ Jangan mengagungkan sapu tangan Paulus, tetapi agungkan Allah yang bekerja melalui Paulus karena iman yang sejati bersandar kepada Kristus, bukan kepada benda apa pun.Kata Alkitab Kisah Para Rasul 19:11–12 Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.Tuhan Yesus memberkati 🙏

Ada Apa dengan  Sapu tangan Paulus yang menjadi salah satu benda yang paling unik dalam Alkitab.  Namun, kuasa bukanlah berasal dari kain itu sendiri, melainkan dari Allah yang bekerja melalui hamba-Nya. Di kota Efesus, Allah melakukan mukjizat-mukjizat yang luar biasa melalui pelayanan Rasul Paulus.  Alkitab mencatat bahwa sapu tangan atau kain yang pernah dipakai Paulus dibawa kepada orang-orang sakit.  Ketika kain itu diletakkan pada mereka yang sedang sakit, penyakitnya sembuh dan roh-roh jahat keluar  Mengapa hal ini bisa terjadi? Pertama, peristiwa itu menunjukkan bahwa Allah berdaulat menggunakan cara apa pun untuk menyatakan kuasa-Nya.  Sama seperti tongkat Musa, jubah Elia, atau tulang Elisa pernah dipakai Allah sebagai sarana, demikian juga sapu tangan Paulus.  Benda-benda itu tidak memiliki kuasa gaib, semuanya hanyalah alat yang dipakai Tuhan. Kedua, mukjizat tersebut meneguhkan bahwa pelayanan Paulus benar-benar berasal dari Allah.  P...

Postingan Terbaru

Musa kehilangan kendali karena terlalu lama menahan luka✨

DIPILIH… LALU DIREMUKKANPanggilan Selalu Disertai Proses Pembentukan

𝐄𝐋𝐈𝐀 𝐃𝐈𝐁𝐄𝐑𝐈 𝐌𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐎𝐋𝐄𝐇 𝐁𝐔𝐑𝐔𝐍𝐆 𝐆𝐀𝐆𝐀𝐊 — 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐃𝐈𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐂𝐀𝐑𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐃𝐔𝐆𝐀

Yeremia Dilempar ke Sumur Berlumpur, Tuhan Mengutus Ebed-Melekh Menolong.

𝐋𝐔𝐂𝐈𝐅𝐄𝐑

PERSEPULUHAN

Ketika kita jatuh dalam dosa, apakah malaikat yang Tuhan utus untuk menjaga kita akan pergi meninggalkan kita?

Salib: Jalan Keselamatan bagi Dunia”

💚TEOLOGI KASIH🧡

Ada kekuatan luar biasa dalam hati yang dipenuhi sukacita.

Di sebuah kota di Galilea, ada seorang wanita yang dikenal luas sebagai pendosa

Berikut 5 tema khotbah untuk Perjamuan Kudus (Perjamuan Tuhan) lengkap dengan ayat referensi:

Lebih Dalam tentang Pelayanan Lydia

TEMA: “Pengharapan di Tengah Kehilangan

kubur kosong

Kebangkitan yang Mengubahkan Hidup

Memandang Melampaui yang Fana

SATU HATI UNTUK TUHAN

Pemimpin Rohani yang Berfokus pada Kekekalan