๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ — ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ — ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.” — 1 Raja-raja 17:6 Di masa kekeringan dan pemberontakan nasional, Tuhan memerintahkan Elia untuk bersembunyi di tepi Sungai Kerit. Itu bukan tempat kenyamanan, tempat terkenal, atau tempat penyediaan manusia, tetapi itu adalah tempat petunjuk ilahi. Terkadang ketaatan membawamu menjauh dari keramaian dan masuk ke dalam kesendirian, bukan karena Tuhan melupakanmu, tetapi karena Dia sedang mempersiapkanmu. Kelangsungan hidup Elia bergantung pada sebuah janji yang secara manusia tidak masuk akal. Tuhan memilih burung gagak—burung yang dianggap najis menurut hukum Taurat—untuk menjadi pembawa penyediaan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dibatasi oleh sumber yang dipakai-Nya ketika Dia bertekad memelihara hamba...