MENGAPA DOA ELIA DIJAWAB ?

MENGAPA DOA ELIA DIJAWAB ?
(1 Raja-raja 18:41-46 & Yakobus 5:16-17)
 
PENDAHULUAN
Yang menarik Yakobus memilih Elia sebagai panutannya dalam berdoa. Elia memang sulit untuk dipahami—ia seorang nabi yang hebat dan seorang pembuat mukjizat. Namun, Yakobus mengatakan bahwa Elia adalah manusia yang memiliki kodrat seperti kita *(Yakobus 5:17)* dan darinya kita belajar bahwa doa yang sungguh-sungguh dan efektif dari orang yang benar menghasilkan banyak hal. 
 
HAL DOA YANG PERLU KITA PAHAMI

1. Doa bukan sekadar cara untuk mendapat-kan sesuatu dr Tuhan.
Malahan, jika itu pendekatan kita dalam berdoa, kita justru bekerja melawan tujuan Tuhan bagi kita, karena Dia sedang mencoba menanamkan karakter-Nya yang memberi dan terbuka dalam diri kita.

2. Doa hanyalah satu aspek dari hubungan rohani yang jauh lebih besar.
Doa harus dilihat tempatnya dalam rencana Allah atas kita. Kita mungkin berdoa dari pagi hingga malam, tetapi doa itu hanya akan menjadi rangkaian kata-kata kosong jika kita tidak menyelaraskan seluruh hidup kita dengan kehendak Allah.

3. Doa membutuhkan iman
Pandangan dunia tentang iman itu murahan dan sederhana, tetapi iman alkitabiah—keyakinan sejati akan kebaikan Allah —merupakan bagian penting dari doa Kristen. Seorang Kristen yang berdoa dengan iman menyampaikan permohonannya kepada Allah dan percaya bahwa ia tidak hanya didengar, tetapi juga dijawab demi kebaikannya yang hakiki. Entah jawabannya "positif" atau "negatif", ia dapat tersenyum dan berkata, "Apa yang Engkau putuskan atas permohonan ini adalah yang terbaik bagiku saat ini."

MENGAPA DOA ELIA DIJAWAB TUHAN
1. Elia berdoa dengan sungguh-sungguh (1 Raja 18:42b).
Namun, kita mungkin bertanya-tanya, karena Allah menjanjikan hujan (ay 1)—mengapa berdoa?
Doa tidak berasumsi akan janji-janji Allah, tetapi mengambilnya. Doa yang efektif dan sungguh-sungguh adalah kerja keras! Allah sering membawa kita ke tempat-tempat keputusasaan sehingga kita dapat belajar berdoa dengan sungguh-sungguh. Kata Yunani "efektif" dalam (Yakobus 5:16) adalah energeo= "energi".
Doa yang bersemangat dan energik yang sering kali lahir dari keputusasaan. Selama masa-masa seperti itu, kita tidak hanya mengucapkan kata-kata, kita berseru kepada Allah. Posisi Elia, berjongkok di tanah, berdoa dengan wajahnya di antara lututnya, mencerminkan sikap ketergantungannya. Dia tidak bermain-main, dia berdoa!
Dia adalah Pencipta dan Pemelihara alam semesta yang tak terbatas. Yesus pernah mendesak para murid untuk berdoa, tetapi mereka tidak berenergi ( Markus 14:34, 37-38 ). Yesus berdoa dengan penuh semangat ( Markus 1:35-37 ).
 
Yesus saja perlu berdoa!, kita seharusnya berlutut, berdoa dengan sungguh-sungguh.
 
2. Elia berdoa dengan penuh harap (1 Raja-raja 18:43-45).
Elia sepertinya kurang yakin kapan hujan akan turun, tetapi ia tahu bahwa hujan itu pasti akan turun. Maka, tujuh kali ia mengutus hambanya untuk memeriksa hasilnya. (Kadang-kadang kita bahkan meragukan jawaban Tuhan) (Kisah Para Rasul 12:5, 13-16) Elia menunjukkan kepada kita bahwa doa yang menyenangkan Tuhan akan tetap ada dan dipercaya, bahkan ketika bukti iman seperti itu tampaknya tidak ada.
Iman tetap ada dalam doa, percaya bahwa jawaban akan datang, ketika yakin bahwa permintaan anda sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin anda telah lama berdoa untuk sesuatu dan telah menyerah. Pergilah dan lihatlah lagi, dan mungkin akan muncul awan kecil (ayat 44a). 
 
3. Elia menunjukkan bahwa doa yang efektif mendatangkan berkat yang besar bagi situasi dan orang-orang (ayat 45-46a).
 
Matius 9:36-38 , Yesus memberi tahu para murid untuk berdoa bagi para pekerja. Sayangnya gereja memiliki dua jenis orang, pilar-pilar yang melayani, dan ulat-ulat yang merangkak masuk dan keluar setiap minggu. 
Orang-orang akan datang ke kkr, perayaan Natal, kebaktian ucapan syukur, tetapi pertemuan doa? Mengapa demikian? Karena Setan tahu bahwa jika ia dapat menghalangi kita berdoa, ia dapat menghalangi kita untuk berubah.
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Gereja, hidup di generasi yang gersang dan tandus yang membutuhkan hujan Allah untuk turun ke atasnya. Dan itu akan terjadi—jika umat Allah mau berdoa. 
 
KESIMPULAN
Faktanya Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya. Jika kita percaya bahwa Dia masuk akal dan memiliki tujuan, kita harus menyimpulkan bahwa Dia telah menetapkan bahwa berdoa itu bermakna dan bermanfaat bagi kita.
Dengan sendirinya, berdoa kepada Tuhan bermanfaat bagi kita terlepas dari apakah permintaan kita terpenuhi atau tidak. Ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal seperti apakah kita hidup lebih lama atau lebih sehat atau lebih bahagia karena kita berdoa. Oleh karena itu, alasan Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya pada dasarnya bersifat rohani, sehingga manfaat berdoa juga sebagian besar bersifat rohani.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥

Postingan Populer