MENJADI BEJANA MULIA DI TANGAN

MENJADI BEJANA MULIA DI TANGAN TUHAN
(Yeremia 18:6b)"...demikianlah Firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! " 
(2 Kor 4:7)"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

PENDAHULUAN
Bejana terbuat dari tanah liat= terbatas, lemah, kotor, biasa-biasa saja= gambaran manusia. Tema kita ‘bejana yang mulia’ bukan tanah liat, tetapi bejana; Berarti hrs ada proses lebih dahulu dari tanah liat menjadi bejana.
Bejana akan menjadi mulia, jika ditempatkan pada posisi yang mulia dan jika sudah diisi sesuatu yang mulia. Sebab dipenuhi dg harta rohani yg tak ternilai.

A. PROSESNYA
Dari tanah liat jadi bejana= lahir baru, pertobatan.
Bejana menjadi mulia=posisinya dimana, dan apa isinya= proses pendewasaan rohani, proses menjadi mempelai Kristus.

B. ARTI MULIA
(2 Kor 4:6)"mulia” artinya memiliki kemuliaan Allah seperti yg nampak pada wajah Kristus. Dunia sekarang sangat gelap, dan sangat membutuhkan “kemuliaan”; 
Dunia punya kemuliaan tetapi sangat terbatas dan tidak stabil, dunia (dikantor, dirumah, di lingkungan, dimana saja kita berada) sangat membutuhkan “kemuliaan Allah” dari hidup kita.

(Mat 17:1-8) Hidup yg memberi dampak, hidup yang jadi berkat, hidup yg punya greget, dpt memancarkan kemuliaan Allah di tengah-tengah dunia yg sudah gelap

C. PROSES TANAH LIAT MENJADI BEJANA
1. Penjunan meremas tanah liat. Tuhan memberikan ‘pijatan’ menghadapi tekanan Firman Tuhan, layaknya tanah liat dipotong dan dibanting. (Ibr 4:12)

2. Penjunan mengerjakan ulang dan tidak jarang dikerjakan ulang mulai dari awal. Sebab 
>ada kotoran,
>batu kecil. 
>Penjunan melapisi bejana tanah liat dengan minyak, 
>proses pembentukan umat-Nya lewat karya Roh Kudus.

3. Selanjutnya bejana diletakkan di atas rak. 
>Kondisi masih segar dan basah, agar kering dan keras. 
>Proses ‘diparkir’ di rak! 
>Kemudian dipanaskan dengan api, penderitaan

D. AGAR MENJADI BEJANA MULIA DI TANGAN TUHAN

(Kel 30:18) 
>Posisi (tempat) dan isi sangat menentukan berarti/ bernilai atau tidaknya sang bejana.

1. Hidup kita harus 
>selalu ada di dalam genggaman tangan Tuhan; 
>Bersandar hanya kpd Nya,
> semua berasal dari Tuhan= >mengandalkan kemurahan Tuhan.
>Tangan Tuhan pasti kudus= 
>hidup dalam kekudusan setiap hari, >agar anugerahNya selalu baru tiap pagi.

2. Semakin padat ( sedikit pori-porinya) bejana itu, semakin nyaring bunyinya=semakin gemerincing- membahana, semakin berkualitas.
Semakin bernilai 

3. Di isi air Firman dan Roh Kudus. 
(2 Raja 4:3) jadilah bejana-bejana yg kosong yg siap diisi= 
>responsif, 
>pro aktif, 
>rasa haus, 
>sangat merindukan;
> dan jangan sampai bocor, 
>perbesar kapasitas hidup kita.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥

Postingan Populer