KHOTBAH: “LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN”
KHOTBAH: “LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN”
Ayat utama: Matius 5:6
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”
---
1. Pendahuluan
Setiap manusia pasti pernah merasakan lapar dan haus secara jasmani. Itu adalah kebutuhan alami yang mendorong kita untuk mencari makanan dan minuman. Namun Yesus memakai gambaran ini untuk menggambarkan kebutuhan rohani yang jauh lebih dalam—kerinduan yang tidak bisa dipuaskan oleh hal duniawi, uang, hiburan, atau pencapaian.
Yesus berkata bahwa orang yang lapar dan haus akan kebenaran adalah orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, merindukan firman-Nya, dan ingin hidup sesuai kehendak-Nya lebih dari segalanya.
---
2. Apa Artinya Lapar dan Haus akan Kebenaran?
a. Kerinduan yang Mengalahkan Segalanya
Lapar dan haus adalah rasa yang tidak bisa ditunda. Dalam dunia rohani, ini adalah kerinduan yang membuat seseorang terus mencari hadirat Tuhan, membaca firman, berdoa, dan hidup kudus.
Seperti Daud berkata:
“Jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus…” (Mazmur 63:2)
b. Mencari Kebenaran, Bukan Sekedar Informasi
Yang diinginkan bukan sekadar mengetahui ayat Alkitab, tetapi mengalami kebenarannya — hidup sesuai firman, mengijinkan Tuhan membentuk hati kita, dan menerima kebenaran meski kadang menegur atau meluruskan kita.
c. Kerinduan Akan Kehendak Tuhan
Kebenaran bukan hanya pengetahuan, melainkan karakter Kristus yang nyata dalam diri kita. Orang yang lapar akan kebenaran ingin hidup sesuai kehendak Tuhan, bukan kehendak sendiri.
---
3. Mengapa Kita Perlu Lapar dan Haus Akan Kebenaran?
a. Karena Dunia Menawarkan Banyak “Makanan Palsu”
Dunia penuh hiburan, opini, dan keinginan yang tampak memuaskan sementara tetapi membuat roh kita semakin kosong.
Itu seperti minum air laut—tampak segar, tapi membuat kita makin haus.
b. Karena Hanya Kebenaran Tuhan yang Memerdekakan
Yesus berkata:
“Kebenaran akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32)
Kebenaran Tuhan memerdekakan kita dari:
kebingungan,
ketakutan,
dosa,
kehidupan yang tidak memiliki arah.
c. Karena Tuhan Menjanjikan Kepuasan
Yesus tidak sekadar memerintahkan kita lapar dan haus, tapi Ia menjanjikan kepuasan bagi yang mencarinya.
Ini adalah kepuasan rohani yang dunia tidak bisa berikan.
---
4. Bagaimana Menghidupi Kerinduan Akan Kebenaran?
a. Tekun Dalam Firman Tuhan
Orang yang lapar akan kebenaran tidak menunggu “waktu senggang”, tetapi menyediakan waktu untuk firman.
Bacalah, renungkanlah, dan ijinkan firman mengoreksi arah hidup kita.
b. Membangun Kehidupan Doa yang Intim
Doa bukan rutinitas, tapi hubungan.
Di dalam doa, Tuhan menyingkapkan kehendak-Nya dan menanamkan kebenaran dalam hati kita.
c. Hidup dalam Pertobatan yang Terus-Menerus
Pertobatan bukan peristiwa sekali jadi.
Setiap kali firman menegur, orang yang lapar akan kebenaran merespon dengan kerendahan hati.
d. Bergaul dengan Orang-orang yang Mengejar Tuhan
Lingkungan rohani yang benar membuat kerinduan kita semakin hidup, bukan padam.
---
5. Berkat Bagi Orang yang Lapar dan Haus Akan Kebenaran
Yesus berkata mereka akan dipuaskan.
Artinya:
Tuhan memberi damai sejahtera yang tidak tergoncangkan.
Tuhan memberi sukacita yang tidak bergantung situasi.
Tuhan memberi arah hidup yang jelas.
Tuhan memulihkan identitas dan karakter kita.
Tuhan menuntun langkah kita dari kemenangan kepada kemenangan.
Kepuasan ini tidak bisa dibeli, tidak bisa ditemukan dalam dunia, tetapi diberikan oleh Tuhan kepada orang yang sungguh-sungguh mencarinya.
---
6. Penutup
Marilah kita melihat kembali diri kita:
Apakah kita masih lapar dan haus akan kebenaran?
Atau apakah kerinduan itu mulai padam oleh kesibukan, kekhawatiran, dan kenyamanan dunia?
Kiranya Roh Kudus membangkitkan kembali kerinduan yang murni, seperti seorang yang sangat membutuhkan air di padang gurun—yang hanya mau satu hal: Tuhan dan kebenaran-Nya.
