TIDAK SALAH PAHAM SEKALIPUN DISALAH-PAHAMI DAN TETAP MAU PAHAM
TIDAK SALAH PAHAM SEKALIPUN DISALAH-PAHAMI DAN TETAP MAU PAHAM
(1 Sam 18:6-8)"Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya."
Ketika Daud belajar menjadi Raja, Daud harus terima pelajaran bagaimana bertahan menghadapi kesalah pahaman Setelah Daud mengalahkan Goliat, para wanita mengelu-elukan Daud. Saul salah paham, dia berpikir bahwa kerajaannya pasti diambil alih Daud, meskipun sama sekali Daud tidak bermaksud merebut Kerajaan siapapun, akibatnya Saul benci Daud.
Salah paham bisa dipicu berbagai faktor baik masalah internal ataupun eksternal. Kondisi ini tidak dapat dianggap sepele sebab bisa memicu permasalahan yang mungkin lebih besar. Sehingga melakukan konfirmasi dan klarifikasi perlu dilakukan jika kesalahpahaman terjadi pada hubungan kalian.
Baca (Maz 140) untuk dapat memahami "salah paham" lebih dalam : (ay 2) Perasaan terluka; (ay 3) Pernyataan yang dilebih-lebihkan; (ay 4) Mengutarakannya dengan kata-kata.
Orang yang hidupnya dipenuhi dengan salah paham dan kepahitan adalah orang yang sangat menderita.
Puji Tuhan, jika kita bertumbuh melalui "salah paham", atau sering disalah-pahami, yang penting kita jangan mudah salah paham dengan siapapun juga. Tuhan melihat dan menguasai keadaan kita, Tuhan juga yang akan membela kita.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥
