Musa kehilangan kendali karena terlalu lama menahan luka✨
✨Musa kehilangan kendali karena terlalu lama menahan luka✨
📖😇 Baca: Keluaran 2:11-15; Efesus 4:26; Mazmur 147:3
🖋 Musa melihat seorang Mesir memukul orang Ibrani. Dan hari itu, sesuatu di dalam dirinya meledak. la tidak tahan lagi melihat penindasan, tidak tahan lagi melihat bangsanya menderita.
Amarah yang mungkin sudah lama dipendam akhirnya keluar dalam satu tindakan impulsif.
Musa membunuh orang Mesir itu lalu menyembunyikan mayatnya di pasir. Musa sebenarnya punya niat yang benar. la ingin membela, ia ingin menghentikan ketidakadilan.
Tetapi niat yang benar tidak selalu membuat cara kita menjadi benar.
Kadang luka yang dipendam terlalu lama bisa berubah menjadi kemarahan yang menghancurkan.Dan sering kali, itulah yang terjadi pada banyak orang hari ini.
Ada orang yang sebenarnya baik tetapi karena terlalu lama disakiti, akhirnya jadi kasar. Ada yang sebenarnya peduli tetapi karena terlalu lama kecewa, akhirnya hatinya dingin. Ada orang yang sebenarnya hanya ingin dimengerti tetapi karena terlalu lama memendam luka, akhirnya emosinya meledak kepada orang-orang terdekatnya.
Kita hidup di zaman di mana banyak orang terlihat tersenyum tetapi di dalamnya penuh amarah yang tidak pernah disembuhkan, trauma dipendam, kekecewaan ditutupi, dan air mata yang ditahan. Sampai akhirnya semuanya keluar dalam bentuk emosi, kata-kata tajam, keputusan gegabah, bahkan menghancurkan diri sendiri.
Musa juga begitu namun setelah itu, hidupnya berubah. la lari ke padang gurun sendirian. Ia metasa takut, hancur oleh kesalahannya sendiri.
Tetapi hal yang indah adalah, Tuhan tidak selesai dengan Musa. Kegagalan itu tidak menjadi akhir hidupnya. Tuhan tetap membentuknya di padang gurun, Tuhan tetap memanggilnya,Tuhan tetap memakai hidupnya. Karena Tuhan tahu di balik kemarahan Musa, ada hati yang terluka.
💌 Dan mungkin hari ini ada orang yang juga sedang lelah menahan semuanya sendiri.
Ingatlah, luka yang disembunyikan tidak akan sembuh hanya karena waktu berlalu.
Jangan hanya memendam semuanya sendirian.
Belajarlah membawa luka itu kepada Tuhan sebelum luka itu berubah menjadi amarah yang melukai diri sendiri maupun orang lain.
Kadang Tuhan mengizinkan kita berhenti sejenak bukan untuk menghukum kita, tetapi untuk memulihkan hati yang selama ini terlalu penuh oleh sakit dan amarah.
🗣️ Jika sobat diberkati. Jangan lupa untuk :
👍Like,🗒 Comment, ▶️Share, ⤵️Save dan 🖋memberikan ulasan bagi Halaman ini. Terima kasih.
❤ Tuhan Yesus memberkati ❤
#renunganharianku #godblessyou
