#ARTI_MEMIKUL_SALIB
#ARTI_MEMIKUL_SALIB
Apakah sekadar menanggung beban ? Menghidupi hidup yang berat? Berhadapan dengan orang-orang yang menyebalkan ? Bukan.
Memikul salib, harus kita ketahui, bukan kata sembarangan. Inilah yang Yesus kehendaki dari murid-murid-Nya ; inilah yang Yesus kehendaki dari kita. Bukan pikul salib Yesus tetapi salib kita sendiri.
Memahami hal ini akan membuka mata kita, tentang arti mengikut Yesus. Untuk memahami arti dari salib itu sendiri, mari kita kembali sejenak ke belakang.
Yesus berkata di Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Salib di zaman Romawi adalah hukuman berat. Hukuman mati. Semua penjahat kakap terkena hukuman ini. Pemberontak, pembunuh, pengkhianat negara. Siapa saja yang dijatuhi hukuman salib tidak hanya mati; ia dipermalukan
dicap aib. Ia kehilangan. Sang terhukum harus membawa salibnya sendiri (Yohanes 19:17) sebelum dipakukan ke sana. Itulah mengapa salib adalah hukuman berat: sudah tersiksa, malu, mati pula.
*Mengerikan, bukan?*
Ketika Yesus memerintahkan kita untuk memikul salib, inilah yang Ia maksudkan. Kita siap berkorban , direndahkan, bahkan menderita karena Yesus dan nama-Nya. Tak heran jika kita perlu menyangkal diri, karena mengikut Yesus berarti siap menderita bersama dan seperti Yesus.
Namun, memikul salib tidak melulu tentang menyangkal diri dan menderita. Yesus bersabda di Matius 10:39, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Ada hidup kekal dan upah besar jika kita setia sampai akhir (2 Timotius 4:7-8).
Sedap, kan ?
( Untuk itu kita hari-hari ini berpuasa )
#METSORESAHABAT
Semangat penuh harapan🔥
