REKONSILIASI

REKONSILIASI 

(Kolose 1:20)” dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus”.

Misi Allah di dunia kita yang telah jatuh dan rusak sebab dosa adalah rekonsiliasi. Kitab suci bersaksi bahwa misi rekonsiliasi Allah bersifat holistik, termasuk hubungan dengan Allah, diri sendiri, orang lain, dan ciptaan.

Arti rekonsiliasi: Penyelesaian konflik, pemulihan hubungan, perbuatan memulihkan hubungan persahabatan kepada keadaan semula; Perbuatan menyelesaikan perbedaan.
Rekonsiliasi bukanlah "memaafkan dan melupakan" seolah-olah tidak pernah terjadi kesalahan apa pun, tetapi "memaafkan dan melangkah maju," membangun kesalahan masa lalu dan energi yang dihasilkan oleh rekonsiliasi untuk menciptakan masa depan baru.(Alan Paton)

Dari kitab Kejadian sampai Wahyu, Kitab Suci memberi kesaksian tentang misi total Allah " untuk mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga " (Kol 1:15-20). Kepenuhan rekonsiliasi adalah persahabatan dengan Allah dalam Yesus Kristus, yang disaksikan dalam perintah ganda Kristus untuk mengasihi Allah dan sesama (Mat 22:37-40).

Kata "mendamaikan" berarti "menjadikan persahabatan, menenangkan atau menyelesaikan pertengkaran, perbedaan, dan sebagainya, menjadikan kesepakatan atau keharmonisan."

Dalam Bahasa Yunani ada tiga kata yang berarti “Rekonsiliasi”
(1) katallage. Kata ini menunjukkan perubahan pada satu pihak yang disebabkan oleh tindakan pihak lain. (Roma 5:11; 11:15; 2 Korintus 5:18-19).

 (2) katallasso. Ini adalah bentuk kata kerja dari kata benda sebelumnya, dan menunjukkan perubahan dari permusuhan menjadi persahabatan. (Roma 5:10; 1 Kor 7:11; 2 Kor 5:18-20).

(3) Apokatallasso. Ini adalah bentuk intensif, dan sarana untuk berdamai sepenuhnya, untuk menyingkirkan permusuhan kita dan tidak memberi ruang bagi halangan dalam hal persatuan dan perdamaian.(Ef. 2:16; Kol 1:21-22)

Menurut (Roma 5:6-11) ada empat alasan mengapa manusia perlu rekonsiliasi :
a. Tak berdaya atau tanpa kekuatan
b. Sombong - gengsi
c. Bermusuhan – sebab keberdosaan
d. Penuh kebencian - bermusuhan

Rekonsiliasi sejati tidak pernah murah, karena didasarkan pada pengampunan yang mahal. Pengampunan pada gilirannya bergantung pada pertobatan, yang harus didasarkan pada pengakuan atas kesalahan yang dilakukan, dan karenanya pada pengungkapan kebenaran. Anda tidak dapat memaafkan apa yang tidak anda ketahui.(Desmon Tutu)
Pada akhirnya, rekonsiliasi adalah proses spiritual, yang membutuhkan lebih dari sekadar kerangka hukum. Rekonsiliasi harus terjadi di hati dan pikiran orang-orang.(Nelson Mandela)
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥

Postingan Populer